Setelah selesai pemilukada, Si Dul resmi menjabat sebagai gubernur Jakarta. Dia berhasil mengalahkan lawan - lawannya dengan angka telak.
Di hari pertamanya itu dia mulai mengumpulkan masalah - masalah yang ada di Jakarta. Dia berhasil mendata masalah - masalah yang ada di Jakarta :
1. Pengangguran
2. Pedagang Kaki Lima, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen
3. Penyalahgunaan lahan hijau
4. Banjir
5. Kemacetan
6. Kesehatan warga
Ternyata banyak juga ya masalah - masalah yang ada di Jakarta.
Mana dulu nih yang dipecahkan. Kepala cuma punya satu, tangan punya dua, kata Si Dul.
Kalau dipecahin semuanya enggak mungkin. Bisa gempor nih, fikir Si Dul.
Si Dul mulai menghitung kerugian dari semua masalah - masalah tersebut. Dia minta data ke dinas - dinas terkait, YLKI, LSM dan PMI.
1. Pengangguran
2. Pedagang Kaki Lima, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen N/A
3. Penyalahgunaan lahan hijau 28 trilliun (berperan dalam banjir)
4. Banjir 2 - 2.5 trilliun/ per tahun (data dari Bappenas)
5. Kemacetan 28 trilliun/ per tahun (data dari Dewan Transportasi Jakarta)
6. Kesehatan warga
Dikarenakan kemacetan memberikan kerugian yang paling besar, maka Si Dul memprioritaskan penyelesaian masalah kemacetan.
bersambung ke part 2
postingan ini diposting juga di http://cerita-thenangkalandaks.blogspot.com/2014/10/si-dul-sang-gubernur-part-1.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar