Rabu, 29 Oktober 2014

Fenomena Menarik Akil Baligh di Desa

Fenomena Menarik Akil Baligh di Kampung
Mempeng masih inget mentemen. Sebelum ayi berangkat ibadah haji ayi sempat ikut School of Parents nya Sekolah Alam Tangerang.
Disitu dibahas kalo awal mula generasi galau di negara kita karena saat akil dan baligh tidak bersamaan terjadi pada anak2 kita.
Anak sudah baligh alias sudah menstruasi..sudah mimpi tapi belum akil..belum punya tanggung jawab penuh dunia akhirat bagi dirinya sendiri.
Generasi galau dipicu dari makanan2 yang membuat baligh dipercepat...makanan dari ayam, sapi, ikan, tanaman yang diberi hormon pertumbuhan sehingga lebih cepat dewasa alias cepat montok tea..alias cepat bertelor tea...
Akil ditunda dengan diberi label remaja...anak2 bukan..dewasa juga bukan..sehingga anak2 kita menikmati saat dimana kebebasan menentukan jati diri tidak dibarengi dengan tanggung jawab penuh alias masih minta ama ortu..itulah remaja..
Baligh dan akil di pisahkan dengan jarak yang sangat jauh..anak2 baligh di waktu SD..sedangkan akil ditunda sampai kuliah..
Ayi menemukan fenomena menarik di generasi nini aki yang saat ini sama2 naik haji sama ayi hihihihi...mereka tidak pernah merasakan masa remaja.
Gimana mau menikmati masa remaja..wong lulus SD kawin.

Sejak kecil ibu bapaknya sudah menyiapkan lahan untuk ditanami tanaman yang bisa menghasilkan dan dijual dengan cepat...sudah menanam pohon yang nanti bisa dipotong untuk bikin rumah anak2 mereka
Menarik sekali melihat bagaimana cash flow mereka...
Sementara kita mau kawin mikir buanyaaaak buangeeet...sampe penundaan pernikahan membuat banyak masalah alias pacaran terus...lihat cara orang kampung menafkahi keluarganya..
Lahan di kampung murah..400m cuman 3  juta...lagian lahan mah banyak..
Bikin rumah ya tinggal potong aja pohon yang hidup di tanah itu..
Terus buat makan setahun cukup dari sawah, ladang yang diolah sendiri..lengkap dah beras, sayur mayur organik..ayam kampung, domba...
Buat kebutuhan lain..alias sekolah, dll..punya toko di pasar...jadi si modal toko ga kepake buat kebutuhan sehari2..makanya orang2 ini kalo minjem uang ke bank..lancar sekali bayarannya..asli bagus sekali perputaran modalnya...
Buat naik haji, atau masukin anak kuliah..potong kayu yang sudah ditanam bahkan sebelum anak lahir....
Haloooooo.....sederhana sekali..
Ga salah kalo anak2 mereka kuliah tinggi2...hiks..ada yg anaknya 12, hidup 7, 1 sudah sampai S3..
Ayi lihat juga sebagian badannya sehat2...langsing pula..mereka biasa makan nasi merah...sayuran yg mereka tanam sendiri..heu..bahkan kulitnya juga bagus🙈malu sendiri hihihi
Makanya kalo kata orang kampung mah kalo cuman cari duit mah ngapain sekolah tinggi2....tapi tetap anak mereka sekolah tinggi2..
Sementara kita lihat banyak orang dikota yang sekolah tujuannya cuman supaya bisa kerja dengan penghasilan 1-2 juta/bulan selama bertahun2.
Guru2 di kampung punya penghasilan banyak..dari kebun sayur, dari pohon, dari domba...coba bandingkan dengan guru madrasah di sekitar kita yang penghasilannya dibawah 1 juta sebulan...
Wajar kalo banyak guru dikampung tidak minta bayaran lebih dari muridnya..karena mereka tidak hidup dari mengajar..
Makanya dikampung punya tanah itu segala2nya...
Dikampung, rumus bisa hidup sederhana,  asal mau ngurua sawah, sayuran, nanem pohon, ngurus domba, jualan di pasar dah cukup daaaah..sampai anak sekolah tinggi2..haji,dan luar biasany pada  punya pesantren wiiiiiiih..bukan 1 pula..1 pasang nini aki bisa punya 3 pesantren untuk orang2 tak mampu.
Ayi sampai berfikir..orang kampung inilah pemilik lahan sesungguhnya, alias tuan tanah..pemilik waktu yg sebenarnya juga..mereka tuan bagi usahanya. Masih sempat 3x makan nasi akeul bersama keluarga sehari. Waktu mereka sendiri yang atur
Makanya kalo dikampung akil dan baligh bener2 dekat..bahkan sebagian mereka menikah bahkaan sebelum baligh.
Heu heu...asli fenomena menarik..jaman dulu dikampung boro2 ada pemuda tawuran, apalagi narkoba heu...lulus SD para pemuda sudah punya tanggung jawab penuh..dan kebutuhan seksualnya terpenuhi...
Kesimpulannya : ga tau ayi juga masih mikir..silahkan pembaca mikir sendiri heu heu...

--AIP--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar