Selasa, 28 Oktober 2014

Katanya mendidik anak harus bertahap, gimana bikin tahapannya ya?

Katanya mendidik anak harus bertahap, gimana bikin tahapannya ya?
Makasih banget buat Andi Siti Maryam alias Iyam..yang sudah mencarikan hadist ini buat ayi.
Dalam suatu majelis, Rasulullah saw mengingatkan para sahabat-sahabatnya,
"Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah SWT memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya." 
Salah seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehingga ia dapat berbakti kepadaku?"
Nabi Menjawab, "Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya." (HR Abu Daud)

Hadistnya simple banget..tapi ayi menemukan masalah dalam mendidik anak karena menabrak kaidah2 dalam hadist di atas.

Ini mah renungan ayi pribadi :
Modal dasar mendidik : menghormati anak. Seringkali kita ga sadar semena2 nyuruh2 anak..kurang hormat ama apa yang dia rasakan..apa yang dia alami.
  1.  Menerima usahanya walaupun kecil, jadi  segala rancangan pendidikan dimulai dari apa yang dia bisa
  2.  memaafkan kekeliruannya, mengevaluasi, menerima kesalahan dan memperbaiki..memberikan kesempatan untuk jatuh bangun
  3. tidak membebaninya dengan beban yang berat, menakar beban yang dia bisa tanggung..memberikan beban secara bertahap. Bebannya bukan hanya beban pribadi..tapi juga beban tuntutan sosial. Misalnya pake jilbab..untuk yang tinggal di tempat yang kebanyakan muslim, mungkin dah ga masalah anak ketika baligh pake jilbab..tapi untuk yang tinggal di minoritas muslim..perlu dipersiapkan untuk menghadapi perbedaan dengan lingkungan.
  4.  tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya.
Sesalah apapun..tidak boleh ada kata2 negatif yang melukai hati.
Ayi belajar untuk tidak mudah 'panas' melihat capaian anak2 lain. Tapi berusaha fokus pada rancangan buat anak sendiri. Merancang dimulai dari apa yang dia bisa..bertahap dari yang kecil2..tidak terburu2, menghargai hasil2 yang kecil, menjalankannya dengan penuh gembira dan syukur..Merancang bersama anak, moga2 dengan bersyukur..Allah tambahkan nikmatnya berupa ilmu yang terjiwai di dalam diri anak.

--AIP--

1 komentar:

  1. Rasanya sikap dasar yg perlu kita kembangkan adalah sikap percaya diri.

    Percaya diri bahwa Allah selalu memberikan kelebihan pada setiap ciptaanNya, percaya diri bahwa diri kita mau percaya dengan kelebihan kelebihan serta tahapan tahapan perkembangan yg unik bagi masing masing anak anak kita, dan terakhir, percaya diri dengan agenda agenda yg telah kita rancang sendiri dengan mempertimbangkan tahapan tahapan serta milestone yg tepat sesuai keunikan anak anak kita.

    BalasHapus