Sabtu, 01 November 2014

Di Mina, Cinta harus Terpisah

Di Mina, Cinta Harus Terpisah

Dibawah temaram bulan 11 dzulhijjah.
Diantara suara takbir orang2 yang baru selesai jumrah.
Dalam pelukan kekasih tercinta, istighfar terakhir itu terucap dari bibir istri tercinta.
Dua cinta terpisah malam itu.
Menyisakan kesepian mendalam di satu sisi.

Ada pelukan hangat terakhir.
Ada kecupan terakhir.
Ada bisikan cinta terakhir.
Ada maaf tak bisa memberikan yang terbaik.
Ada rasa sesal mendalam.
Ada curahan hati yang tak terungkap.
Ada mimpi yang tak pernah berakhir.
Ada rinduuuu yang tak pernah usai.

Seorang laki2 tua yang gagah harus melepas wanita yang sudah puluhan tahun mengisi hatinya.
Wanita yang sudah melahirkan anak anak shaleh.
Di sini di Mina..
Tak di sangka..di sini di Mina..
Saat seluruh kewajiban haji sudah tuntas..
Saat seluruh jamaah haji berlega hati..
Saat seluruh umat muslim mengumandangkan takbir kemenangan.

Disini..sepotong hati kehilangan setengah sayap jiwanya.
Yang kemaren sayap itu utuh terbang dari Indonesia..sepasang kekasih yang sudah bulat tekadnya apapun resikonya akan diambil untuk melengkapi kewajiban pada-Nya.

Masih teringat dibenaknya, anak2nya sudah memberi saran menunda haji tahun depan sampai sakit ibunda selesai.
Tapi Ibunda tetap keukeuh dengan tekadnya harus menunaikan haji tahun ini.
Masih teringat benaknya, dokter, ketua kbih sudah memudahkan untuk tidak ikut jumrah, tapi kekasih tetap keukeuh berangkat.
Berangkat dengan aura semangat yang tidak kalah dengan yang muda-muda..melontar dengan semangat.
Hanya tak disangka..sungguh tak disangka..Allah mengambilnya kembali hanya beberapa meter dari tenda di Mina.

Semua sudah diatur sama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Panitia maktab mengingatkan. Bahwa walaupun ibunda tidak berangkat haji, ajal tetap akan datang pada hari, jam, detik yang sama.
Sungguh Bapak seharusnya bangga, seharusnya bahagia..Allah memilihkan waktu dan tempat terbaik untuk akhir hidup Ibu.

Saat Ibu insyaAllah sudah selesai wukuf.
Usai wukuf yang Allah janjikan dibebaskan dari api neraka dan diampuni dosa2nya seperti bayi yang baru lahir.
Usai  wukuf yang Allah memerintahkan mengabulkan doa2..
Haji adalah jihad untuk wanita..
InsyaAllah Ibunda adalah syahidah yang Allah jamin rezkinya...menuju surga-Nya...

Tangisan dalam sang Bapak memilukan hati..
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.."
"Ya Allah ampuni dosa2 istri hamba.."
"Rahmati ya Allah.."
"Selamatkan ya Allah.."
"Ya Allah..kumpulkan kami dalam surgaMu.."
"Ya Allah..jadikan anak2 kami anak yang shaleh..yang mendoakan orang tuanya.."
"Antosan nya Neng...insyaAllah Akang nyusul..."

Ya Allah....tumpahlah segala doa sang Bapak..bergetar tubuhnya ketika berdoa..berjam2 Bapak berdoa....dengan doa doa terindah dari lubuk hati yang pilu..
Sebelum ambulan menjemput jasad istri tercinta.
Rasanya bergetar langit Mina karena doa-doanya..
Dan pelukan terakhir itu harus berakhir..
InsyaAllah kekasih hati akan dishalatkan di masjidil Haram..masjid terbaik di muka bumi..oleh jutaan manusia2 shaleh pilihan Allah..
Di Mina...di kuburan Saroya..cinta harus terpisah.

Ini pelajaran paling mahal selama perjalanan haji.

Bertemu dan berpisah karena Allah

Teman, ada cinta, ada pedih ketika berpisah.
Tapi tak pernah rugi orang yang mencinta karena Allah..bersama meniti jalan taat kepada-Nya..

Aip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar